Selasa, Januari 08, 2013

TOOLBOX corelDRAW X4 bag.1

ToolBox Pada Software corelDRAW X4
 
CorelDraw merupakan software desain grafis yang banyak diminati kalangan desainer grafis dunia, karena kemudaha dan kelengkapan fitur-fiturya untuk menciptakan suatu desain berbasis vector.

Sebelum mulai mendesain kita lihat dahulu penjelasan mengenai tool box, antara lain :

1.      Pick tool: Mengaktifkan objek dan untuk melakukan editing dasar dari objek. Misalnya, scaling, rotating, skewing, reizing.

Shape Tools

1.      Shape Tool : Melakukan proses editing node pada shape (komponen garis dari objek)

2.      Smudge Tool: Mengosok objek sehingga merubah bentuk objek yang digosok tersebut

3.      Roughen Tool : Memberikan efek distorsi pada objek

4.      Transform Tool : Merotasi, membesarkan, mengecilkan, skewing image secara bebas.

Crop Tools

1.      Crop Tool : Digunakan untuk menghapus objek diluar seleksi

2.      Knife Tool : Pisau yang berfungsi untuk memotong objek. Cara kerjanya persis seperti menggunakan pisau di dapur.

3.      Eraser Tool : Menghapus bagian tertentu dari objek.

4.      Virtual Segment delete Tool : Menghapus segmen secara virtual.

Zoom Tools

1.      Zoom Tool : Membesarkan atau mengecilkan tampilan area kerja di monitor

2.      Hand Tool : Menggeser area kerja ke posisi tertentu

Curve Tools

1.      Freehand Tool : Membuat objek berupa garis bebas.

2.      Bezier Tool : Membuat objek garis dengan menentukan banyaknya node.

3.      Artistic Media Tool : Membuat objek garis dengan berbagai bentik yng artistik.

4.      Pen Tool : Membuat objek kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung secara langsung.

5.      Polyline Tool : Membuat objek kombinasi garis lurus dan freehand secara langsung.

6.      3-point Tool : Membuat objek garis dengan kurva 3 point.

7.      Connector Tool : Membuat objek garis konektor secara interaktif.

8.      Dimension Tool : Membuat objek garis ukuran pada suatu objek yang kita buat.

Smart Tools

1.      Smart Fill : Untuk mewarna objek dan garis secara bersamaan sesuai dengan pengaturan.

2.      Smart Drawing : Membuat objek garis secara bebas seperti freehand tool, namun dengan hasil yang lebih bagus.

Rectangle Tools

1.      Rectangle Tool : Membuat objek persegi panjang atau bujur sangkar.

2.      3-point Rectangle Tool : Membuat objek persegi panjang atau bujur sangkar dengan kemiringan tertentu.

Perkuliahan Fakultas Ekonomi

Perkuliahan Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Kemajuan teknologi informasi dewasa ini yang sangat pesat merupakan suatu tuntutan pasar terutama dalam menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia yakni tenaga profesional yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, menghadapi berbagai persaingan global, perubahan teknologi, mengemban tugas sebagai penerus bangsa. Perkembangan teknologi informasi yang selalu berubah juga memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan bagi dunia usaha dalam mencari sumber daya manuusia untuk dapat mengisi lowongan kerja yang tepat dan  sesuai harapan.
Fakultas ekonomi sendiri dalam Universitas Gunadarma memiliki dua program studi yakni S1 Manajemen dan S1 Akuntansi, yang keduanya dengan status Terakreditasi dengan Peringkat A. Dengan penguatan program studi dan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), untuk memenuhi tuntutan pasar Fakultas Ekonomi telah mengelenggarakan proses belajar mengajar dengan baik, dengan sebagai penunjang pembelajaran praktikum laboratorium di harapkan dapat menambah tingkat kognitif dalam keaktifan mahasiswa.  Laboratorium memanfaatkan software-software yang sebagian besar dipakai oleh dunia industri pada umumnya. Sebelum menyelesaikan studinya para peserta didik juga dibekali dengan kursus dan workshop yang berkaitan dengan penggunaan software teknologi informasi akuntansi seperti Assisted Audit Techniques, Business Research, Computer Assisted Accounting dan lain-lain yang selalu mengikuti perkembangan zaman masa kini.
Tujuan utama lulusan dari Fakultas Ekonomi mampu mengantisipasi segala kemungkinan dengan dinamika perkembangan teknologi informasi yang selalu berkembang. Oleh karena ini untuk menunjang tujuan tersebut Fakultas Ekonomi berupaya untuk menciptakan suasana kundusif dalam proses belajar mengajar sehingga rasa aman dan tentram bagi mahasiswa yang ada di lingkungan di dalamnya.

Selasa, Desember 04, 2012

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian



EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN 

Kriteria evaluasi merupakan salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk (Kotler, 2005).
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
1.      Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
2.      Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
3.      Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
4.      Saliensi kriteria evaluasi
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

Referensi :

Proses Pengambilan Keputusan Oleh Konsumen



Perilaku konsumen berusaha memahami bagaimana konsumen :
·         mencari,
·         membeli,
·         menggunakan,
·         mengevaluasi,
·         menghabiskan produk dan jasa

Tiga Tipe Pengambilan Keputusan Konsumen
1.      Extensive Problem Solving (pemecahan yang diperluas)
Konsumen tidak memiliki kriteria untuk mengevaluasi sebuah kategori produk atau merk tertentu pada kategori produk tersebut, atau tidak membatasi jumlah merk yang akan dipertimbangkan
2.      Limited Problem Solving (pemecahan masalah yang terbatas)
Konsumen telah memiliki beberapa criteria dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbaGai merk pada kategori tersebut.
3.      Routinized Response Behavior (pemecahan masalah rutin)
Konsumen telah memiliki pengalaman terhadap produk yang dibelimya, Ia juga memiliki standar untuk mengevaluasi merk, konsumen seringkali hanya mereview apa yang telah diketahuinya.

Langkah-Langkah Pembuatan Keputusan oleh Konsumen
1.      Pengenalan Kebutuhan
Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu masalah, yaitu keadaan dimana terdapat perbedaan antara keadaan yg diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Kebutuhan harus diaktifkan (activated) terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali (recognized).
Beberapa faktor yang mempengaruhi pengaktifan kebutuhan :
·         Waktu
Konsumen yang terbiada makan pagi setiap pukul 06.00, maka secara otomatis ia akan merasa lapar lagi pada siang hari
·         Perubahan Situasi
Konsumen yg berubah status dari bujangan menjadi sudah menika, maka ia akan mengenali banyak kebutuhan yang lain
·         Pemilikan Produk
memiliki sebuah produk seringkali mengaktifkan kebutuhan yang lain
·         Konsumsi Produk
Contoh : jika buah-buahan yang berada di lemari es habis, maka akan memicu konsumen untuk membeli lagi buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan konsumesinya
·         Perbedaan Individu
contoh: konsumen membeli mobil dengan alasan mobil lamanya sering mogok, konsumen yg lain membeli mobil dengan alasan yang lain, yaitu ingin tampil trendy

2.      Pencarian Informasi
Pencarian informasi terbagi menjadi dua, yaitu :
1)      Pencarian Internal
Konsumen akan mengingat kembali semua informasi yang ada dalam ingatannya pertama konsumen berusaha mengingat produk dan merk, yang kedua konsumen akan berfokus pada produk dan merk yang sangat dikenalnya
2)      Pencarian Eksternal
Konsumen akan bertanya kepada teman, saudara, atau tenaga penjual, konsumen membaca surat kabar, dan sebagainya.
Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pencarian Informasi konsumen diantaranya :
1)      Teori Ekonomi Informasi
Konsumen akan mencari informasi, jika manfaat marginal yang diperoleh dari informasi melebihi biaya marginal dari pencarian informasi tesebut. Contohnya, seorang konsumen akan mengunjungi took kedua dengan tambahan tranportasi hanya Rp 5.000,- tetapi ia yakin akan memperoleh tambahan manfaat yang lebih besar
2)      Faktor yang mempengaruhi proses pencarian informasi yang ekstensif
·         Faktor resiko produk
·         karakteristik konsumen (Pengetahuan dan pengalaman konsumen)
·         Faktor situasi (keadaan yg sedang dihadapi konsumen, misalnya ia hanya memiliki waktu yg terbatas, sehingga ia tidak bisa melakukan pencarian yg ekstensif)

3.      Evaluasi Alternatif

4.      Menentukan Alternatif Pilihan
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menentukan alternative pilihan :
1)      Teknik Kompensatori
Dalam teknik ini kelebihan suatu atribut dari sebuah merk dapat menutupi kelemahan dari atribut lainnya. Konsumen akan mengevaluasi keseluruhan atribut yang dimiliki suatu merk, kemudian ia memberikan penilaian secara keseluruhan
2)      Teknik Nonkompensatori
Teknik ini menyatakan bahwa skor yang tinggi pada suatu atribut tidak bias menutupi skor yang rendah pada atribut lain
3)      Teknik Leksikografik
Konseumen akan mengevaluasi merk alternatif bedasarkan atribut yang dianggap paling penting
4)      Teknik Pengurangan bertahap
Sama dengan teknik Leksikografik, bedanya teknik ini menetapkan skor minimal atau standar untuk atribu yg dianggap paling penting tersebut
5)      Teknik Konjungtif
Konsumen akan menetapkan batas minimum standar atau skor untuk setiap atribut yg dievaluasi
6)      Teknik Disjungtif
Sama dengan dengan teknik konjungtif, bedanya teknik disjungtif akan memilih
merk yang memiliki skor yang tertinggi pada salah satu atribut dari merk tersebut
5.      Menentukan Pilihan Produk
Referensi :